Jumlah Takaran Garam yang Aman Dikonsumsi oleh Sang Anak

Ada pepatah mengatakan bahwa sayur tanpa garam itu kurang enak dan kurang sedap. Namun, Moms harus tahu bahwa penggunaan garam yang berlebihan pun dapat menimbulkan resiko yang buruk. Khususnya bagi anak, konsumsi garam berlebih dapat memicu penyakit asma, obesitas, kanker lambung, osteoporosis bahkan darah tinggi atau hipertensi.

Moms harus smart dalam memberikan asupan garam bagi keluarga terutama untuk anak tercinta. Oleh karena itu, simaklah ulasan berikut tentang berapa jumlah atau takaran garam yang aman apabila dikonsumsi oleh sang buah hati.

  1. Takaran garam pada anak yang berusia 0 sampai dengan 6 bulan sebetulnya telah terpenuhi secara alami ketika anak anda tersebut minum ASI dari ibunya.
  2. Apabila sang anak telah mencapai usia 6 sampai dengan 12 bulan, maka asupan garam yang diperlukan bisa mencapai angka 200 mg sodium per harinya.
  3. Pada usia anak menginjak 1 sampai 3 tahun, takaran garam yang tepat adalah sekitar 1000 mg sodium per hari.
  4. 1200 mg sodium per hari akan dibutuhkan oleh anak yang telah berusia 4 sampai 6 tahun.
  5. Setelah anak anda mencapai usia 7 sampai 9 tahun, ia akan membutuhkan asupan nutrisi garam dalam jumlah 1200 mg sodium per hari.
  6. Terakhir, ketika sang anak telah berusia 11 tahun dan selanjutnya, maka takaran garam tersebut bisa mencapai angka 1500 mg sodium per harinya.

Agar anak anda tidak ketergantungan akan garam, sebaiknya anda menerapkan kebiasan untuk tidak membuat atau memasak bahan makanan dengan jumlah garam yang banyak. Hal itu akan membuat anak anda terbiasa untuk memakan masakan yang kadar garamnya tidak terlalu asin hingga ia dewasa nanti. Dengan begitu, bahaya akan konsumsi garam yang berlebihan pun dapat segera terantisipasi dengan baik.

Bagaimana tips agar anak anda terhindar dari ketergantungan konsumsi garam yang berlebihan? Silahkan simak tips berikut ini! Semoga bisa membantu anda.

  1. Jangan keseringan memberikan makanan cepat saji yang tidak diformulasikan khusus untuk sang bayi karena kandungan garamnya akan cenderung banyak.
  2. Awasi anak anda untuk tidak jajan atau mengkonsumsi makanan ringan yang cenderung asin berlebihan seperti halnya keripik atau biskuit.
  3. Apabila membeli produk makanan untuk anak anda, maka sebaiknya anda harus mencermati kandungan garam dalam bentuk sodium atau natrium yang biasanya tertulis pada kemasan produk tersebut.

Itulah selayang pandang tentang takaran garam yang harus dicermati secara seksama agar anak anda dapat terhindah dari bahaya konsumsi garam yang berlebihan. Moms juga bisa menerapkan ketiga tips diatas sebagai bahan antisipasi agar anak anda menjadi terbiasa untuk mengkonsumsi garam secara wajar dan tidak melebihi takaran yang telah ditentukan.

Leave a Reply