Setelah ASI, Apakah Anak Tetap Harus Terus Minum Susu? Cari Tahu Yuk!

Anak kecil memang sangat identik dengan minum susu dan kebiasaan tersebut memang sulit dihentikan. Walaupun anak anda sudah lepas dari ASI, namun kebiasaan minum susu sebagai pengganti ASI biasanya akan terus berlanjut. Hal itu memang sangat lumrah terjadi mengingat susu sebagai pengganti ASI memang memiliki tekstur dan rasa yang hampir tidak jauh berbeda dengan ASI itu sendiri.

Susu memang kaya akan nutrisi karena mengandung kalsium dan juga protein. Kedua nutrisi tersebut sangat mendukung untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Kalsium sangat bermanfaat untuk kesehatan dan kekuatan tulang. Sementara itu, protein sangat bermanfaat untuk proses pertumbuhan anak anda.

 

Bagus atau Tidak Jika Anak Anda terlalu Dominan Minum Susu?

Perlu Moms ketahui bahwa anak itu bukan hanya membutuhkan nutrisi yang berasal dari susu saja seperti kalsium dan protein. Lebih dari itu, anak anda akan membutuhkan nutrisi lainnya berupa karbohidrat, lemak, protein, vitamin, serta mineral. Nutrisi tersebut bukan hanya diperoleh dari susu saja, namun harus diperoleh dari bahan makanan lainnnya seperti daging, ikan, telur, sayuran dan buah-buahan. Oleh karena itu, tidak baik jika anak anda terlalu dominan minum susu, sementara makanan lainnya dikesampingkan. Jika begitu, maka gizi anak anda akan menjadi tidak seimbang.

Apa Jadinya Jika Sang Anak Tidak Suka Minum Susu?

Susu sangat baik sebagai sumber kalsium dan protein bagi sang buah hati tercinta. Namun, apabila setelah lepas dari ASI dan anak anda tidak suka minum susu pengganti; maka jangan dipaksakan untuk minum susu tersebut. Adapan nutrisi yang terkandung dalam susu dapat diganti dengan nutrisi serupa yang terdapat dalam bahan makanan lainnya. Untuk sumber protein, Moms bisa menggantinya dengan tempe, tahu, kacang-kacangan, telur, ikan dan daging. Sementara itu, untuk sumber kalsium yang sangat baik bagi kesehatan tulang si kecil, anda bisa menggantinya dengan membiasakan si kecil untuk mengkonsumsi sayuran seperti brokoli, bayam, dan kale. Selain sayuran, ikan teri dan ikan sarden juga bisa menjadi solusi pemenuhan kalsium anak anda. Lebih dari itu, sumber kalsium juga bisa diperoleh dari edamame, kacang almond, dan bahan-bahan makanan lainnya.

Ingtlah, kalsium harian anak itu harus mencapai angka 1300 mg per hari. Angka yang lumayan besar karena pada saat itu si kecil sedang ada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan sehingga akan membutuhkan asupan kalsium yang relatif besar juga.

Moms harus memperhatian menu makan si kecil setiap hari agar memiliki asupan gizi yang sehat dan seimbang. Jangan sampai juga si buah hati kekurangan kalsium karena bisa mengakibatkan terhadap daya tahan si kecil menjadi kurang baik, terutama yang berkaitan dengan masalah tulang.

Leave a Reply